Pentingnya internet cepat



Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Rudiantara menekankan pentingnya pengembangan broadband atau pita lebar. Bahkan, dia menegaskan pembangunan internet broadband akan jadi salah satu warisan dari pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Jaringan pita lebar sendiri merupakan jalur akses layanan internet. Menurutnya, jalur akses tersebut mesti harus dibikin kencang karena di masa depan akan ada lebih banyak aplikasi yang akan menggunakannya.

"Ibarat jalan tol, arah Jakarta menuju Cikampek adalah transmisinya. Lalu ada pintu gerbang yang menuju ke Bekasi Barat, Bekasi Timur dan Cikarang. Inilah yang mesti diperluas," terang Rudiantara di sela peresmian Sistem Komunikasi Kabel Laut Luwuk Tutuyan (SKKL-LT), Minggu (3/5/2015).

"Aplikasi yang akan melalui pita lebar sekarang sudah ada macam-macam dan membutuhkan pita lebar. Kalau semakin banyak dan pita lebar tidak dibangun, bisa terjadi macet," imbuhnya.

Contoh aplikasi yang dimaksud Rudiantara salah satunya adalah layanan e-commerce. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pun berniat untuk mendorong pengembangan sektor tersebut dan kini tengah menggarap penyusunan roadmap.

"Aplikasi kita dorong sebanyak-banyaknya, antara lain dengan e-commerce, roadmap e-commerce diharapkan selesai bulan Agustus. Nanti dalam roadmap itu disebutkan apa yang akan dilakukan masing-masing kementerian dan lembaga terkait, dan waktunya untuk berapa lama," ujarnya saat bicara usai peresmian SKKL-LT.

"Misalnya Bank Indonesia atau Kementerian Keuangan di roadmap ini disebutkan akan melakukan apa dan dilakukan berapa lama, lalu Kominfo melakukan apa. Pengembangane-commerce ini harus kerja sama dengan yang lain, karena kalau Kemenkominfo saja ya tugasnya cuma menangani internet," imbuhnya.

Pria yang biasa disapa Chief RA ini mengungkap perkara roadmap itu bukan sesuatu yang bisa terwujud secepat kilat. Setelah masing-masing kementerian dan lembaga menentukan arahnya dalam pengembangan e-commerce nanti, diperkirakan masih butuh waktu sekitar lima tahun ke depan agar roadmap itu terwujud.

Menkominfo juga mengungkap telah menginisiasi workshop bersama sejumlah kementerian, lembaga dan asosiasi e-commerce untuk memuluskan pembentukanroadmap bersama-sama.

"Sekarang kan sudah workshop, nanti akan ada pembahasan lagi dengan teman-teman kementerian," ungkapnya.

"China saja butuh lima tahun untuk mewujudkan roadmap e-commerce. Roadmap ini tidak langsung terwujud, tapi kemungkinan butuh lima sampai sepuluh tahun. Kita akan mulaikick off-nya pada Agustus itu saat pengumuman," pungkasnya.

sumber : kompas

Term and Condition

Network Tools

What People Say

Our Partners

open-e

We Accept

        
 
        

 

  

 

Live Help