Ini Cara Pemprov DKI Dukung Pengembangan Aplikasi SmartCity



 


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung penggunaan sarana teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahannya. Karena itu, Pemprov DKI juga akan memberikan dukungan pengembangan aplikasi Smart City.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan oleh Pemprov DKI dalam pengembangan Smart City adalah dengan memberikan data yang dibutuhkan oleh pengembang (developer) aplikasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Alberto Ali, Kepala UPT Smart City DKI Jakarta. Menurut Alberto, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memiliki visi agar seluruh pelayanan di jajaran pemerintahannya memberikan layanan yang cepat dan transparan.

"Untuk mewujudkan visi tadi dibutuhkan teknologi informasi," demikian ujar Alberto saat dijumpai KompasTekno di sela acara peluncuran Nextdev, kompetisi aplikasi Smart City yang digalang oleh Telkomsel, di Jakarta, Senin (4/5/2015).

Ditambahkan Alberto, Pemprov DKI saat ini sudah berbenah dengan lebih melek teknologi, mulai dari e-budgeting, pelayanan publik, semua menurutnya sudah harus menggunakan solusi teknologi informasi.

Karena itu, pihak Pemprov DKI pun mendukung diselenggarakannya berbagai macam kompetisi aplikasi terkait Smart City. 

"Yang bisa kita bantu adalah, developer mobile membutuhkan data, dari data itu kami akan support," ujar Alberto.

Saat ini, dijelaskan Alberto, Pemprov DKI telah menggunakan sarana teknologi informasi untuk merespon laporan warganya. Sarana tersebut berupa aplikasi mobile di Android.

Dua aplikasi Android digunakan oleh Pemprov DKI dalam menerima laporan warganya. Kedua aplikasi tersebut adalah Qlue dan Crop.

Qlue telah mulai digunakan Pemprov DKI sejak Desember tahun lalu dan digunakan untuk sarana pelaporan warga, mulai dari masalah tumpukan sampah, kemacetan, fasilitas publik, dan lain-lain. 

Sementara Crop adalah aplikasi yang juga mirip Qlue. Aplikasi ini digunakan oleh pejabat dan jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk merespon laporan warga. Menurut Alberto, saat ini Crop telah digunakan oleh lebih dari 500-an lurah yang tersebar di seluruh DKI Jakarta.

"Pak Gubernur (Ahok) sangat mendukung penggunaan aplikasi ini, bisa menjadi tolok ukur karena dipakai juga (oleh Ahok)," ujar Alberto.

sumber : kompas

Term and Condition

Network Tools

What People Say

Our Partners

open-e

We Accept

        
 
        

 

  

 

Live Help