
Fiber Optik merupakan media pengantar transimisi komunikasi yang sekarang ini banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan distribusi transmisi informasi.
Dalam perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat beberapa tahun ini. Maka dibutuhkanlah sebuah media pengantaran yang memiliki kapasitas besar dan juga pengiriman transimisi yang cepat.
Maka para ilmuan menemukan bahwa cahaya dapat bergerak melalui media transparan seperti bergeraknya cahaya di atas kaca.
Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana sejarah dan cara kerja fiber optik serta penerapannya di telekomunikasi maka kami menyarankan membaca artikel ini.
- Sejarah Fiber Optik
- Pertama Kali Fiber Optik Digunakan
- Kenapa Cahaya Bisa Membawa Data ?
- Tipe Serat Optik
- Lalu Apa Yang Membedakan Dari Keduanya (SingleMode dan MultiMode ) ?
- Transreceiver Fiber Optik
- Apa perbedaan Simplex , Duplex dan Half Duplex
- Apa Itu Konektor Fiber Optik
- Beberapa Jenis Konektor Fiber Optik diantaranya adalah :
- Apa Itu Pigtail ?
- Apa Fungsi Pigtail ?
- Seperti apa pigtail ?
- Cara Menghubungkan Kabel Serat Optik
Sejarah Fiber Optik
Sejarah fiber optik berawal dari penemuan bahwa cahaya dapat bergerak melalui bahan transparan seperti kaca atau plastik.
Pada tahun 1850-an, percobaan pertama tentang penyaluran cahaya melalui serat optik dilakukan oleh periset Prancis, Jean Daniel Colladon dan Jacques Babinet.
Kemudian pada tahun 1880-an, periset Jerman, Ernst Abbe dan Heinrich Lamm menemukan bahwa cahaya yang bergerak melalui serat optik dapat diperkuat dengan meningkatkan diameter serat.
Dari penemuan tersebut riset tentang fiber optik terus menerus dikembangkan oleh para ilmuan.
Setelah itu, penggunaan fiber optik mulai meluas dalam berbagai bidang, seperti telekomunikasi, internet, sistem pemantauan, sistem kontrol akses, dan lain-lain.
Pertama Kali Fiber Optik Digunakan

Pertama kali fiber optik digunakan pada jaringan komputer pada akhir 1970-an dan awal 1980-an. Pada saat itu, teknologi fiber optik baru saja dikembangkan dan mulai digunakan secara komersial.
Perusahaan yang dikenal pertama kali menggunakan fiber optik untuk keperluan komersial adalah AT&T sekitar tahun 1977.
Setelah itu sekitar tahun 1980 dan 1990-an penggunaan fiber optik secara komersial mulai banyak digunakan secara luas. Fiber optik banyak digunakan dalam jaringan komputer dan jaringan internet.
Saat ini jaringan fiber optik mulai menjadi standard jaringan komputer dan internet yang stabil dan handal.
Baca Juga : Pengertian Bandwidth dan Fungsinya
Kenapa Cahaya Bisa Membawa Data ?
Akan muncul pertanyaan bagi para pembaca dan pengamat. Mengapa cahaya bisa membawa data ? apa yang menjadikannya bisa menterjemahkan cahaya menjadi data.
Beberapa poin di bawah menjelaskannya :
- Data dapat ditransmisikan melalui fiber optik dengan menggunakan teknik modulasi cahaya.
- Modulasi cahaya memvariasikan intensitas cahaya yang melewati serat optik untuk merepresentasikan data digital.
- Kemudian, cahaya tersebut diterima oleh penerima dan diterjemahkan kembali menjadi data digital.

Tipe Fiber Optik Yang Sering Kita Temui
Dalam dunia networking ada dua macam tipe fiber optik yang banyak kita temui. Diantaranya adalah :
- Single mode: Kabel serat optik yang digunakan untuk transmisi sinyal dengan satu moda. Dapat digunakan untuk jarak jauh dan kecepatan tinggi.
- Multimode: Kabel serat optik yang digunakan untuk transmisi sinyal dengan beberapa moda. Dapat digunakan untuk jarak pendek dan kecepatan rendah.
Kabel Serat Optik Single Mode
Fiber optic single mode adalah jenis kabel serat optik yang memiliki satu moda transmisi cahaya. Pada kabel serat optik single mode, cahaya bergerak melalui satu jalur yang disebut “moda fundamental” atau “moda utama”.
Karena hanya ada satu jalur cahaya, maka kabel serat optik single mode dapat mengangkut sinyal dengan jauh lebih tinggi dibandingkan kabel serat optik multimode.
Kabel serat optik single mode juga dapat digunakan untuk jarak yang lebih jauh dan kecepatan transmisi yang lebih tinggi.

Perlu kita tanamkan dalam ingatan bahwa single mode ini ada moda yang tertanam di dalam kabel. Sehingga jangan sampai kita salah dalam membedakan jenis kabel.
Jumlah kabel satu ataupun dua tidak ada hubungannya dengan jenis moda transfer.
Berikut contoh real kabel single mode yang dijual di pasaran indonesia.

dan satu contoh lagi yaitu kabel single mode dengan dua kabel ( bundling ).

Kabel Serat Optik Multi Mode
Fiber optic multimode adalah jenis kabel serat optik yang memiliki beberapa moda transmisi cahaya. Moda transmisi ini mengacu pada cara cahaya bergerak melalui kabel serat optik.
Pada kabel serat optik multimode, cahaya bergerak melalui beberapa jalur yang disebut “moda”. Karena ada beberapa jalur cahaya, maka kabel serat optik multimode dapat mengangkut sinyal dengan jauh lebih rendah dibandingkan kabel serat optik single mode.
Dengan banyaknya moda yang dibawa maka jarak tempuh kabel tidak bisa terlalu jauh dibandingkan serat optik single mode.

Perlu dipahami bahwa kabel multimode juga memiliki model dan jenis yang berbeda.
Lalu Apa Yang Membedakan Dari Keduanya (SingleMode dan MultiMode ) ?
Untuk mendapatkan poin penting dari pemahaman antara keduanya , maka kita harus mengetahui perbedaan penggunaannya dilapangan dan kenapa mereka berbeda.
berikut penjelasannya :
- Serat Inti Single Mode lebih tipis dibanding Multimode
- Multimode lebih beresiko terkena interferensi karena pengantaran cahayanya memantul berbeda dengan singlemode.
- Single Mode lebih cocok untuk WAN kalau Multimode lebih cocok untuk LAN
- Single mode cocok untuk transimis kecepatan tinggi seperti video conference dan streaming kalau multimode transmisi database kecepatan sedang seperti email dan browsing
Diantara keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling menutupi. Sehingga perencanaan sebelum pembelian kabel serat optik sangat diperlukan.
Jenis Serat Optik Single Mode
Serat Optic Singlemode tidak terlalu memiliki banyak jenis kabel. Yang banyak kita ketahui adalah singlemode OS1 dan Singlemode OS2.
Diantara kedua jenis itu yang membedakan adalah dari panjang gelombang untuk OS1 : 1310nm dan OS2: 1550nm dengan atenuasi max 1dB/km dan 0,4dB/km.
Dari spesifikasi terlihat lebih tinggi OS2. Maka kebanyakan yang beredar dipasaran sekarang ini adalah kabel serat optik singlemode OS2.
Berikut saya lampirkan contoh barang yang berada dipasaran untuk tipe OS1 dan OS2
- Kabel OS1: Serat OS1 adalah kabel tight buffered yang dirancang untuk digunakan dalam aplikasi indoor (seperti kampus atau data center) dimana jarak maksimal adalah 10 km. https://www.crxconec.com/id/product/fiber-optic-patch-cord-extractor.html
- Kabel OS2: Serat OS2 adalah kabel loose tube yang dirancang untuk digunakan dalam kasus outdoor (seperti jalan, bawah tanah, dan pemakaman) dimana jarak maksimal adalah hingga 200 km. https://www.tokopedia.com/veranaindoprima/patchcord-os2-lc-lc-duplex-singlemode-kabel-9-125-fibertronic-5-meter
Jenis Serat Optik Multimode OM
Serat Optik Multimode terdapat jenis OM1, OM2, OM3, dan OM4. Diantara jenis serat optik tersebut digunakan dalam jaringan komunikasi. Dan yang membedakan diantara empat jenis kabel multimode tersebut adalah :
- Kabel OM1: Kabel serat optik multimode yang memiliki diameter serat 62.5 micron dan panjang gelombang transmisi 850nm. Kabel OM1 dapat digunakan untuk jarak jauh hingga 33 meter dan kecepatan transmisi hingga 10 Gbps.
- Kabel OM2: Kabel serat optik multimode yang memiliki diameter serat 50 micron dan panjang gelombang transmisi 850nm. Kabel OM2 dapat digunakan untuk jarak jauh hingga 82 meter dan kecepatan transmisi hingga 10 Gbps.
- Kabel OM3: Kabel serat optik multimode yang memiliki diameter serat 50 micron dan panjang gelombang transmisi 850nm dan panjang gelombang transmisi lainnya yaitu 953nm. Kabel OM3 dapat digunakan untuk jarak jauh hingga 300 meter dan kecepatan transmisi hingga 10 Gbps.
- Kabel OM4: Kabel serat optik multimode yang memiliki diameter serat 50 micron dan panjang gelombang transmisi 850nm dan panjang gelombang transmisi lainnya yaitu 953nm. Kabel OM4 dapat digunakan untuk jarak jauh hingga 550 meter dan kecepatan transmisi hingga 40 Gbps.

Foto dari berbagai jenis model kabel tersebut hampir tidak bisa dibedakan secara fisik kecuali adalah warnanya.

Berikut adalah contoh gambarnya :

Pengenalan Fiber Optik dan Transreceiver-nya
Agar fiber optik dapat digunakan maka dibutuhkan transreceiver agar dapat diterima oleh perangkat transimisnya.
Berikut adalah beberapa jenis transreceiver yang umum digunakan dalam jaringan komputer.
SFP (Small Form-Factor Pluggable) transceiver: ini adalah transceiver yang digunakan dalam aplikasi jaringan yang memerlukan kecepatan data rendah hingga menengah.

SFP+ (Enhanced Small Form-Factor Pluggable) transceiver: ini adalah transceiver yang digunakan dalam aplikasi jaringan yang memerlukan kecepatan data tinggi, seperti 10 Gigabit Ethernet.

XFP (10 Gigabit Small Form Factor Pluggable) transceiver : ini adalah transceiver yang digunakan dalam aplikasi jaringan yang memerlukan kecepatan data tinggi, seperti 10 Gigabit Ethernet atau 40 Gigabit Ethernet.

QSFP (Quad Small Form-Factor Pluggable) transceiver: ini adalah transceiver yang digunakan dalam aplikasi jaringan yang memerlukan kecepatan data tinggi, seperti 40 Gigabit Ethernet atau 100 Gigabit Ethernet.

CFP (C Form-factor Pluggable) transceiver: ini adalah transceiver yang digunakan dalam aplikasi jaringan yang memerlukan kecepatan data tinggi, seperti 100 Gigabit Ethernet atau 200 Gigabit Ethernet.

Untuk SFP sendiri multimode juga memiliki jenisnya sendiri. Sebelum membeli pastikan SFP anda sudah sesuai dengan serat optik yang digunakan.
Berikut contoh SFP Multimode :

Apa perbedaan Simplex , Duplex dan Half Duplex
Dalam terminologi fiber optik juga dikenal dengan istilah simpleks, duplex dan half duplex. Berikut ini penjelasannya :
- Serat Optik Simpleks : Terdiri dari satu benang serat yang digunakan untuk komunikasi satu arah. Biasanya diaplikasikan dalam komunikasi yang hanya perlu di transimisikan dengan satu arah seperti walkie talkie dan pemutaran video.
- Kabel Serat Optik Duplex : Dua serat kabel yang mana satu dipergunakan untuk mentransmisikan data dan yang lainnya untuk menerima data. Ini memungkinkan untuk komunikasi dua arah dan biasanya digunakan di jaringan telepon dan jaringan internet.
- Kabel Serat Optik Halfduplex : Menyerupai serat optik duplex tapi menggunakan serat yang sama untuk mengirim dan menerima data. Sehingga hanya digunakan satu arah dalam satu waktu dan tidak bisa mengirim dan menerima data secara simultan.
Apa Itu Konektor Fiber Optik
Konektor fiber optik adalah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan dua ujung serat optik agar dapat mengirimkan sinyal optik.
Konektor tersebut terdiri dari dua bagian utama, yaitu ferrule dan mekanisme penguncian. Ferrule berfungsi untuk menjaga posisi dari serat optik, sedangkan mekanisme penguncian berfungsi untuk menjaga koneksi tetap kuat.
Beberapa Jenis Konektor Fiber Optik diantaranya adalah :
SC (Subscriber Connector)

LC (Lucent Connector)

FC (Fiber Channel)

Apa Itu Pigtail ?
Pigtail adalah sebuah kabel kecil dengan satu ujung yang terhubung ke perangkat optik seperti transreceiver atau splitter dan ujung lainnya terhubung ke konektor.
Pigtail digunakan untuk menghubungkan perangkat optik dengan kabel jaringan utama. Konektor yang digunakan pada pigtail biasanya adalah LC, SC, atau FC. Pigtail dapat digunakan untuk aplikasi single-mode atau multi-mode.
Apa Fungsi Pigtail ?
Pigtail digunakan untuk menghubungkan perangkat optik yang tidak memiliki port konektor, atau untuk memperpanjang jangkauan kabel serat optik yang sudah ada. Pigtail juga dapat digunakan untuk mengubah jenis konektor dari kabel serat optik, sehingga dapat digunakan dengan perangkat yang memiliki konektor yang berbeda.
Seperti apa pigtail ?

Cara Menghubungkan Kabel Serat Optik
Bagaimana cara menghubungkan kabel serat optik. Baik itu antar kabel ataupun kabel serat optik dengan pigtail. Caranya adalah dengan melakukan splicing diantara kabel optik tersebut. Berikut ini tutorial yang diambil dari youtube :
Demikian sedikit gambaran yang dapat dijelaskan terkait fiber optik. Semoga membantu para pembaca dalam memahami dunia fiber optik.
Terima Kasih