
Penulis akan membagikan tips menata server ke dalam rack cabinet. Agar para pembaca mengetahui betapa pentingnya penataan server agar reabilitas server dapat terjaga dengan baik.
Karena begitu banyak admin server yang mengeluhkan server gampang mengalami kerusakan. Hal ini seringkali disebabkan tata letak yang kurang maksimal pada saat mouting server ke dalam rack cabinet.
- Pendahuluan
- Perencanaan yang matang
- Pastikan kompabilitas rail server dan efektivitas penggunaan shelf rack
- Persiapkan Cage Nut
- Perhatikan arus hawa panas dan hawa dingin
- Posisikan perangkat yang paling panas agar lebih dekat dengan hawa dingin
- Beri jarak 1U agar server memiliki ruang untuk mengeluarkan panas lebih baik
- Pisahkan antara jalur lan dan jalur kabel power server
- Hidupkan server bertahap dan jangan bersamaan
- Kesimpulan
Pendahuluan
Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis dalam mengatur dan memanage sirkulasi udara di dalam rack server.
Banyak para admin server yang belum memahami betapa pentingnya sirkulasi di dalam rak kabinet. Yang mana hal ini dapat mempengaruhi kinerja server secara keseluruhan.
Perencanaan yang matang
Yang paling pertama harus diperhatikan adalah perencanaan yang matang sebelum melakukan mouting server ke dalam rak kabinet.
Gunakan gambar atau aplikasi seperti visio untuk merancang penempatan server beserta konfigurasi cabling di dalamnya.

Gambar di atas adalah salah satu contoh pemetaan gambar sebelum diimplementasikan ke dalam rak kabinet.
Dengan penggunaan design seperti ini, maka akan memudahkan para admin dalam mempercepat konfigurasi bersama dengan tim.
Baca Juga : Tips Mengurangi Downtime Server
Pastikan kompabilitas rail server dan efektivitas penggunaan shelf rack

Pastikan seluruh server anda memiliki rail server dengan kompabilitas yang tinggi. Beberapa rack kabinet tidak cukup atau tidak kompatibel dengan rail server merk tertentu.
Rail server custom yang tidak sesuai harus menggunakan shelf rack ( alas server ). Shelf Rack inilah yang nanti akan menggantikan rail server agar server dapat terpasang dengan rapih di dalam rack cabinet.
Sebelum melakukan implementasi ke dalam datacenter maka tim harus dengan cepat memeriksa dan mempersiapkan hal ini sebelumnya agar ketika pengerjaan tidak menjadi penghambat.

Gunakan shelf rack yang bisa di tarik sehingga memudahkan server dalam maintenance. Namun penggunaan shelf rack cabinet yang statis memiliki harga yang lebih ekonomis.
Persiapkan Cage Nut

Cage nut digunakan untuk memasang baut pada permukaan yang tidak memiliki akses ke bagian belakangnya, seperti di dalam rak atau kabinet.
Pada beberapa rail server cage nut tidak diperlukan, namun anda juga harus mempersiapkan jumlah cagenut sesuai dengan penempatan posisi lubang pada rail server.
Umumnya jumlah cage nut yang dibutuhkan adalah sisi depan 4 buah dan sisi belakang juga 4 buah.
Perhatikan arus hawa panas dan hawa dingin
Yang pertama harus diperhatikan adalah penataaan perangkat yang paling besar mengeluarkan panas dan sedikit mengeluarkan hawa panas.
Server yang paling besar memproduksi hawa panas harus ditempatkan di posisi yang paling dekat dengan hawa dingin.
Dikarenakan distribusi hawa dingin tidak akan merata secara menyeluruh disebabkan oleh jalur hawa dingin lebih dulu diserap oleh server yang paling dekat dengan area tempat keluarnya hawa dingin.
Perhatikan gambar di bawah ini :

Data center yang menggunakan teknik hot and cold aisle maka anda harus menempatkan server dengan mengarahkan hawa panas ke arah belakang. Jangan menabrakkan hawa dingin dan hawa panas di dalam area kabinet, karena hal ini dapat menyebabkan suhu panas tidak dapat keluar.
Posisikan perangkat yang paling panas agar lebih dekat dengan hawa dingin

Posisikan server yang memproduksi hawa panas lebih besar di area yang lebih dekat dengan hawa dingin dari datacenter.
Hal ini membantu agar server memiliki daya tahan lebih baik dan mengurangi tingkat panas yang tinggi pada keseluruhan rak server.
Beri jarak 1U agar server memiliki ruang untuk mengeluarkan panas lebih baik

Pada sebagian server, terdapat sirkulasi di sisi atas bagian belakang server. Contoh seperti gambar di bawah ini.

Dalam kasus jenis server pada gambar di atas. Server perlu memiliki ruang udara ke atas agar suhu panas dari dalam server mampu keluar dengan baik.
Hal ini akan menjadi sulit apabila server tipe seperti ini tidak diberi jarak saat penempatannya di rak. Panas dari server akan kembali lagi ke dalam server dan bisa merusak hardware server.
Pisahkan antara jalur lan dan jalur kabel power server
Tujuan pemisahan ini karena kabel power mengandung arus listrik yang kuat dan bisa menimbulkan interferensi elektromagnetik (EMI) atau gangguan elektromagnetik pada sinyal yang dikirimkan melalui kabel LAN.
Interferensi elektromagnetik dapat mengganggu kinerja jaringan, memperlambat kecepatan transfer data, dan menyebabkan kerusakan pada perangkat jaringan. Oleh karena itu, dipisahkan jalur kabel LAN dan kabel power dapat membantu meminimalkan gangguan dan mengoptimalkan kinerja jaringan.

Hidupkan server bertahap dan jangan bersamaan
Agar tidak terjadi listrik turun pada MCB di rack anda. Nyalakan server satu persatu secara bertahap kemudian tunggu sampai sekitar 5 menit baru kemudian hidupkan server selanjutnya.
Hal ini membantu anda mencegah dengan baik dari terjadinya listrik turun pada panel mcb disebabkan konsumsi daya yang berlebihan. Selain itu arus listrik yang naik secara tiba tiba juga berbahaya bagi sistem kelistrikan.
Kesimpulan
Penataan rack ke dalam rack kabinet sering kali tidak dipedulikan oleh banyak admin server. Padahal ini bisa menjadi sesuatu yang sangat penting dikemudian hari.
Kesalahan penempatan server dan pengaturan arah pembuangan panas bisa menyebabkan kerusakan serius pada perangkat server anda, bahkan bisa menyebabkan kebakaran.
Kami berharap Tips Menata Server ke Dalam Rack Cabinet bisa bermanfaat bagi para admin server yang turun langsung melakukan konfigurasi server ke dalam rak.
Demikian tulisan ini kami buat semoga bermanfaat.